Disnakertrans DKI Survei KHL untuk UMP 2020

08 Oct 2019
22:22:25     Upload : admin

Sebelum menentukan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI melaksanakan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di enam wilayah DKI Jakarta.

Kepala Disnakertrans DKI, Andri Yansyah mengatakan pihaknya baru melaksanakan tahapan survei KHL. Survei ini akan menjadi salah satu indikator untuk menentukan besaran kenaikan UMP DKI tahun depan.

“UMP tahun 2020 belum ditetapkan besarannya. Karena kita baru melaksanakan tahapan survei KHL,” kata Andri Yansyah, Rabu (9/10/2019).

Dijelaskannya, survei besaran KHL dilakukan dengan tiga gelombang. Masing-masing gelombang dilakukan survei di tiga pasar di masing-masing wilayah DKI Jakarta.

“Jadi setiap gelombang ada sekitar 15 pasar. Ketiga gelombang ini sudah dilaksanakan. Insyaallah, hari ini kami akan melakukan input hasil dari survei KHL yang sudah kami lakukan,” ujar Andri Yansyah.

Ketika ditanya besaran KHL di tahun 2019, Andri Yansyah mengungkapkan belum mengetahuinya. Karena, hasil survei baru akan dimasukkan hari ini. Diharapkan input hasil survei KHL bisa rampung secepatnya. Sehingga dapat diketahui besaran KHL di DKI yang akan menjadi dasar rekomendasi menghitung UMP DKI 2020.

“Inilah dasar rekomendasi kita atau acuan untuk menghitung UMP yang akan kita tetapkan,” jelas Andri Yansyah.

Seperti diketahui, Gubernur DKI, Anies Baswedan telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 114 tahun 2018 tentang UMP DKI 2019. Dalam pergub tersebut, UMP DKI 2019 ditetapkan naik menjadi Rp 3.940.973 per bulan.

Besaran kenaikan mencapai 8,03 persen dibanding UMP DKI 2018 dan telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. UMP ini berlaku untuk semua pekerja di wilayah DKI Jakarta.

Sumber: Berita Satu